Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 14 September 2013

Menjadi Bangsa Yang Besar (Baik)

Menilik sedikit quote presiden NKRI yang pertama Ir. Soekarno, "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahya".
Dilihat dari berapa luas wilayah Indonesia, kita adalah bangsa yang besar. Dilihat dari jumlah penduduk apalagi, kita bangsa terbesar keempat di dunia. Keragaman hayati, hewani, dan budaya Indonesia jelas tak kalah besar dengan bangsa yang lain. Tapi jika direnungkan lagi menurut quote  Bapak Proklamator kita tadi, sudah pantaskah kita disebut sebagi bangsa yang besar?

Kalau bicara tentang fakta yang sedang terjadi di masyarakat, kita sudah diajarkan oleh guru - guru kita sejak duduk di Sekolah Dasar tentang sejarah, tapi untuk "menghargai" sejarah tampaknya akan sulit diajarkan. Dari segi kurikulum misalnya, kita selalu diberi pertanyaan tentang siapa pahlawan a, dimana si pahlawan b diasingkan, siasat apa yang dilakukan oleh si pahlawan c, kapan si pahlawan d lahir dan meninggal, dan lain sebagainya. Kita tidak pernah diberi pertanyaan - pertanyaan yang meminta kita membayangkan jika kita hidup dizaman itu dalam situasi yang carut marut seperti itu. Dengan memposisikan diri kita sebagai seseorang yang ada dalam masa itu, mungkin kita akan lebih merasa manghargai sejarah.

Dunia hiburan seperti pertelevisian seharusnya dapat menjadi media yang tepat untuk menyampaikan kepada setiap generasi yang ada,  bahwa banyak hal yang dapat kita pelajari dari sejarah, contohnya saja pikiran positif seperti "dulu Indonesia dikenal dunia karena keberaniannya memperjuangkan kemerdekaannya dan negara - negara lain, seharusnya sekarang kita bisa menjadi bangsa yang lebih dikenal lagi. Sudah selayaknya sebagai generasi muda kita memperkenalkan negara kita di kancah dunia dengan prestasi - prestasi kita. Dunia perfilman kita sepertinyasudah mulai dilirik oleh dunia, jika kita sudah bisa membuat film berkelas internasional dengan berbagai macam genre, kenapa kita tidak membuat film tentang perjuangan pahlawan kita dimasa lalu dan memperkenalkannya ke dunia?

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk Indonesia. Jadi stop menjadi pribadi yang egois yang hanya memikirkan kehidupan pribadi, mulailah memikirkan kelanjutan hidup NKRI. Masa sekarang telah diperjuangkan oleh generasi sebelumnya, sekarang gliran kita sebagai generasi penerus untuk menentukan masa depan.

0 komentar:

Posting Komentar